Tampilkan postingan dengan label Tan Malaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tan Malaka. Tampilkan semua postingan

Pemberantasan Yang Terberantas

Ini sekedar cerita, tapi bukan sekedar untuk dibaca.! Sejak saya mengambil gambar ini, kira-kira tanggal 18 agustus 2010 ketika itu. Saya entah darimana tepatnya ketika itu, Saya melintas di depan Gedung KPK, lalu saya sempatkan mengambil beberapa gambar dengan cara saya sendiri. Entah bagaimana pula,  tiba-tiba saya terbayang untuk menuliskan kalimat-kalimat berikut untuk menjelaskan gambar itu.

A.Komisi terlihat jelas (saya khawatir lembaga ini memang paling banyak terima komisi alias jatah). Pemberantasan Lumayan jelas (saya jadi bertanya, dapat komisi buat berantas apa ya ?) Korupsi tampak jauh, Tidak jelas tentunya (saya jadi ragu, benarkah lembaga ini memberantas korupsi ?) Bukan hanya karena lemah atau kuatnya lembaga ini, tapi juga karena sebegitu samarnya dan disamarkannya korupsi di negeri ini.



B. Sama seperti gambar pertama tadi, di gambar ini, semakin parah kejadiannya. korupsinya benar-benar tak kelihatan. yang kelihatan hanya Komisi Pemberantasan, jadi kalau begitu ini mau berantas apa, berantas nyamuk, kecoa, tikus ? kalau cuma untuk basmi yang begituan, buat apa sampai se-super body begitu lembaga ini ? 


 
C. Akhirnya, Yang tersisa jelas Hanyalah korupsi. Semoga anda semua tahu apa maksudnya ini. Ya, Korupsi saja yang akan bersimaharajalela (ikutan menggunakan bahasa yang dipakai Tan Malaka) di negeri ini. kalau dibiarkan begini terus, hancurlah penjepit oleh yang dijepitnya (Ibaraik maapik basi jo bilah / ibarat menjepit besi dengan bambu), karena itu duhai sekalian Rakyat Indonesia yang saya muliakan, memberantas korupsi itu tak dapat kita andalkan KPK saja. Kita harus turut serta, aktif sebisa mungkin, apalagi masih muda begini.

Terakhir, Saya ingin sampaikan bahwa kebetulan dihari Abraham Samad sedang di fit and proper test saya ada disana, di gedung DPR di ruang Komisi III. Melihat orang yang satu ini, saya ada menaruh kepercayaan yang cukup besar kepadanya. semoga dia tak seperti kisah gambar diatas.

Demikianlah cerita yang berbelit-belit ini saya tuliskan.  silahkan tinggalkan komentar anda. terimakasih Saudara. #SIB SalamIndonesiaBijaksana.

Sebuah Laporan Tentang Sang Pejuang

Pejuang. Pejuang itu dimata saya adalah kesempurnaan. kesempurnaan pikiran dan tindakan. pejuang adalah dia yang berpikir dalam bertindak dan juga dia yang bertindak dengan berpikir. sempurna sekali tampaknya gambaran pejuang dalam beberapa baris itu, ya sempurna memang, karena itu adalah idealnya. sepejuang-pejuangnya seseorang tetaplah dia orang alias manusia yang tak luput dari dosa apalagi salah-salah kecil yang alpa kita memperhatikannya.

Tan Malaka, pada dialah salah satu sosok yang bagi saya dapat menggambarkan seorang manusia yang cukup mampu mendekati gambaran ideal seorang pejuang itu. tanpa mengenal karyanya yang lain, cukuplah tunduk untuk mengakui dia adalah seorang pemikir dengan mesra bersama karyanya yang berjudul madilog itu. begitu pula, dimasa-masa sulit selama 20 tahun dia berkeliling sebagai orang terbuang ke sarang komunis melalui sekian banyak negara dalam pulang dan perginya ke negeri tercinta ini yang begitu antinya terhadap komunis, dan dia selamat. lalu, bagaimana akan menyanggah kalau dia adalah seorang pejuang dengan selamatnya dia sampai kembali ditanah air dan berusaha menumpahkan segala pikirannya demi bangsa ini.

cerita lainnya, dia bahkan dalam hayatnya yang telah tiada semakin diakui tentang ke-pejuang-annya itu. soekarno mengharapkannya, namun tak sempat. soeharto gamang padanya, di bredel dan dihapuslah dia dari buku-buku sejarah. seiring dengan itu, maka ikut hilang pulalah siapa dia sebenarnya, DNA-nya diragukan. Namun, di akhir-akhir ini, patut kita bersyukur bahwa DNA Tan Malaka mendekati kebenaran.

Demikianlah cerita yang berbelit-belit ini saya tuliskan setelah saya membaca tulisan ini dan ini. Bagi yang sudah Sempat baca, silahkan tinggalkan komentar anda. terimakasih Saudara. #SIB SalamIndonesiaBijaksana.